Selasa, 06 November 2012

PERTIMBANGAN UNTUK MEMILIH CALON PASANGAN


                              Berbagi Pemikiran


Anda akan menua bersamanya, bayangkan seperti apa dia saat tua nanti. Apakah sifat-sifat buruknya sekarang akan surut, atau semakin memburuk.
Akan banyak sifat dan kebiasaannya yang belum tentu sesuai dengan Anda, dan yang bisa menjadi sumber perbedaan yang menjauhkan setelah bara cinta di antara Anda meredup.
Apakah dia akan tetap setia sampai tua. Apakah dia memiliki kesukaan berbohong dan mengarang cerita, atau menyangkal yang dikatakannya sendiri? 
Apakah dia akan menjadi pasangan yang menurunkan anak-anak yang sehat dan cerdas. 
Apakah Anda berdua bersedia meninggalkan kebiasaan yang tidak sesuai bagi satu sama lain?
Sejujur-jujurnya masa pendekatan atau pacaran, tetap menyembunyikan keaslian yang baru tampak dalam pernikahan. 
Perhatikanlah, apakah dia menghina saat marah, tidak logis saat cemburu, atau kalau sudah maunya – ya maunya.
Atau, apakah dia berfokus pada penyelesaian masalah dan bukan pada siapa yang salah, dan merayakan saat-saat berbahagia daripada mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu.
Apakah dia pemalas? Wanita atau laki-laki pemalas tidak sesuai untuk kehidupan yang aktif dan menghasilkan. Sulit sekali dibayangkan sebuah keluarga yang sejahtera bisa dibangun melalui sifat malas.
Apakah dia sombong, suka membangga-banggakan harta. Orang seperti itu akan mengeluhkan nikmat Tuhan yang selain uang, dan akan memiskinkan keluarga dengan kecenderungan berbelanja di atas kemampuan untuk memelihara gengsi.
Semua hubungan yang tidak dipelihara akan turun kualitasnya, dari sebuah kebersamaan karena niat untuk berbahagia, menjadi bersama-sama mencemoohkan kesalahan satu sama lain.
Bukan kurangnya cinta yang menjadikan sebuah kebersamaan tidak membahagiakan, tapi tidak cukupnya persahabatan.
Itu sebabnya, pasangan hidup yang terbaik adalah sahabat yang Anda nikahi, atau Anda berdua menjadikan pernikahan Anda sebuah persahabatan yang jujur, dekat, mesra dan saling setia.
Salah satu tanda kecocokan, adalah jika Anda bertengkar, Anda berdua bertengkar dengan tujuan untuk menjadi lebih dekat, bukan bertengkar seperti pasti pisah – tapi untung-untung kalau bisa damai. 
Dan bukankah indah sekali, jika Anda bisa saling marah kepada satu sama lain tapi tetap meneruskan berjalan-jalan sambil bergandengan tangan, untuk mencapai pengertian yang meredakan kemarahan dan semakin meleburkan hati Anda berdua dalam kesejatian cinta.
 Uuuhh … cinta itu memang lebay. Jika tidak berlebihan itu pasti bukan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar